Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Geng Motor Kembali Beraksi


 
Maraknya geng motor yang berkeliaran dimana-mana menjadi kasus yang bisa dibilang serius,. Mengapa saat ini banyak sekali bermunculan geng motor yang anarkis, bahkan menjadi sebuah trend? “yang menyebabkan geng motor anarkis itu terjadi karena  kurangnya pengawasan dari orang tua terhadap anaknya, apalagi sekarang yang saya ketahui  banyak munculnya dendam satu sama lain diantara para geng motor” ujar Muhammad Kosasih S.Kom(35) Guru SLTA
 Tindak kejahatan yang dilakukan sebagian besar perampasan barang berharga milik korban, seperti uang, HP, dompet, hingga motor. Dalam aksinya, mereka tak segan-segan menganiaya korban. Tak salah jika masyarakat menyebut geng-geng motor tersebut tidak berbeda dengan perampok atau pencuri
Pelaku geng motor adalah Anggota geng motor tidak lebih dari anak-anak yang kurang perhatian dari orang tua mereka. “Mereka itu ingin cari perhatian dan dipuji-puji rekan satu gengnya karena di rumah tidak mendapat kasih sayang orang tua. kumpulan orang-orang pecinta motor yang doyan kebut-kebutan, tanpa membedakan jenis motor yang dikendarai” ujar kosasih. Jumat (11/5)


awalnya, geng motor terkenal di daerah Bandung, tapi sekarang kian marak dan terjadi dimana-mana dengan ciri khasnya masing-masing, termasuk di Jakarta, tepatnya di daerah Salemba. Mereka mengidentitaskan dirinya dengan menggunakan pita berwarna kuning dan menyerang orang-orang yang tidak bersalah.

“Ibarat pesawat, Geng motor juga memiliki jam terbang, dan mereka beraksi pada malam hari sekitar pukul 00-04.00 pagi dimana keadaan jalan sudah sepi dari kendaraan” ujar Kosasih.  Hal ini seharusnya membuat para aparat kepolisian dapat memperketat keamanan di titik-titik rawan geng motor.

Upaya memerangi teror geng motor liar antara lain dengan memutar rekaman video aksi gerombolan geng motor di sekolah-sekolah serta razia motor-motor yang tidak memiliki surat-surat dan tas-tas sekolah yang dicurigai.Para pelaku kejahatan yang berhimpun dalam Geng tersebut, harus ditindak sesuai hukum. Sedangkan bagi anggota yang tidak terlibat pelanggaran hukum, perlu segera disadarkan dan ditangani secara persuasif.

Mery Prastiwi | 201120027|II/Periklanan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Akademi Berbagi bekasi "Backpacking Murah Meriah"


Akademi berbagi adalah sebuah tempat untuk belajar  berbagi ilmu untuk semuanya tanpa memandang status sosial /apapun, para pengajarnya pun para prakitisi dan profesional dalam bidangnya masing – masing. Setiap orang berhak mendapatkan sebuah ilmu walaupun di jaman sekarang yang sangat miris seseorang bisa mendapatkan ilmu secara mudah, karena mahalnya biaya pendidikan, ekonomi yang rendah. Tetapi dengan adanya akdemi berbagi disini semuanya bisa mendapatkan ilmu pengetahuan secara GRATIS dan pastinya secara happy karena berbagi bikin hepii... ;))

Saya mengikuti akademi berbagi di bekasi , awalnya saya tahu adanya komunitas ini dari salah satu berita di stasiun televisi, dan di twitter maupun website nya. Saya sangat tertarik untuk ikut di akber ini saya baru pertama kali ikut di akber bekasi awalnya saya ingin ikut yang di jakarta tetapi tidak pernah bisa karena masalah waktu 

Ketika saya ikut di akber bekasi ini tema akademi berbaginya adalah “BACKPACKING MURAH MERIAH” hemm awalnya saya juga kurang paham dengan murah meriah tersebut karena yang saya tahu, namanya jalan jalan pasti ga ada yang murah dan hanya menghambur – hamburkan uang dan waktu..  EKH .... ! tapi tunggu dulu, ternyata yang saya pikirkan itu salah loh :D  hehe

Guru kita mba Desry Darwin ia mempunyai banyak pengalaman tentang traveling sampai – sampai ia menyebut dirinya adalah tarveler gampangan. Hehee  “saya sangat suka dan senang dengan traveling karena buat saya traveling bukan hanya buang buang uang dan waktu, tetapi lebih untuk memperluas wawasan kita, memahami perbedaan antar budaya, dan bisa saling menghargai satu sama lain yaitu menghargai antar negara, agama, dan budaya” ujar Desry darwin

Kenapa sih mba desry darwin menyebut dirinya sebagai traveler gampangan
“ traveler gampangan itu sebutan untuk diri saya yang sangat cinta dengan traveling hehee, maksud dari traveler gampangan disini adalah kalau kamu memang niat jalan – jalan atau menjelajahi dunia ini dengan tujuan yang baik yaitu menambah wawasan atau ilmu pengetahuan bukan untuk happy happy semata atau shoping, kamu harus  siap makan makanan yang murah meriah ditempat kamu berkunjung, harus siap bermalan atau menginap ditempat yang seadanya tetapi harus juga aman ,dan pokoknya harus siap dengan eksperimen yang ada hehee ” ujar Desry darwin

Mba desry pernah ke 15 negara hanya dengan bermodalkan uang 20jt , bahkan pernah kemacau cuman habis 500rb, yang penting harus niat nabung dan siapin budgetnya :))
agar tahu diamana lokasi tarveling yang murah bagaimana bisa kesana , kamu harus rajin search  tempat yang ingin kamu kunjungi, networking, memperbanyak mencari teman karena untuk bisa saling bertukar informasi, cari info di hostelbbokers.com atau info air asia midnight sale dan atau bisa gabung grup couchsurfing.org
kalau bisa membawa backpack jangan terlalu banyak siapkan sajah yang penting- penting baju, celana, selimut/sarung, uang/atm ,kamera, handphone. 

Oh iyah dalam melakukan traveling jangan lupa selalu observasi tempat yang pernah kamu kunjungi jangan sekedar hanya berkunjung saja dan foto – foto tetapi juga harus tahu sejarah dari tempat tersebut agar menambah pengetahuan.

Oh iyah teman – teman itu sajah yang saya tahu, kurang lebihnya mohon maaf :D. hehehe maaf yah kalau banyak kekurangan diblog saya ini.. semoga bisa bermanfaat :))

kalau mau gabung akber bisa follow twitternya @akademiberbagi atau http://akademiberbagi.org/

Byeeee see u :D



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

C. Lingkup Teori Komunikasi

Menurut Littlejohn (1989), berdasarkan metode penjelasan serta cakupan objek pengamatannya, secara umum teori - teori komunikasi dapat dibagi dalam dua kelompok. kelompok pertama disebut kelompok "teori - teori umum " (general theories). kelompok kedua disebut kelompok "teori - teori kontekstual" (contextual theories).


Ada 4 jenis teori diklafikasikan masuk ke dalam kelompok teori - teori umum :
1 Teori - teori fungsional dan struktural,
ciri dari jenis teori ini (meskipun istilah fungsional dan struktural barangkali tidak tepat) adalah kepercayaan atau pandangan tentang berfungsinya secara nyata struktur yang berada du luar diri pengamat. menurut pandangan ini, seorang pengamat adala bagian dari strktur. oleh karena itu, cara pandangannya juga akan dipengaruhi oleh struktur yang berada di luar dirinya.
meskipun
pendekatan fungsional dan struktural ini ering kali dikombinasikan, namun masing masing mempunyai titik penekanan yang berbeda. pendekatan strukturalisme yang berasal dari linguistik, menekankan pengkajiannya pada hal - hal yang menyangkut pengorganisasian bahasa dan sistem sosial. pendekatan fungsionalisme yang berasal dari biologi, menekankan pengkajiannya tentang cara - cara mengorganisasikan dan mempertahankan sistem. apabila ditelaah kedua pendekatan ini sama - sama mempunyai penakanan yang sama, yakni tentang sistem sebagai struktur yang berfungsi.


2. Teo
ri - teori Behavioral dan Cognitive
merupakan gabungan dari dua tradisi yang berbeda. asumsinya tentang hakikat dan cara menetukan pengetahuan juga sama dengan aliran struktralis dan fungsional. perbedaan utama antar aliran behavioral dan kognitif dengan aliran struktralis dan fungsional hanyalah terletak pada fokus pengamatan serta sejarahnya. teori - teori behavioral dan kognitif yang berkembang dari psikologi dan ilmu - ilmu pengetahuan behavioralis lainnya, cenderung memusatkan pengamatannya pada diri manusia secara individual. salah satu konsep terkenal adalah tentang model S-R (stimulus - respon)
komunikasi, menurut pandangan teori ini, dianggap sebagai manifestasi dari tingkah lak, proses berpikir, dan fungsi "bio-neural" dari individu. oleh karenya, variabel - variabel penetu yang memegang peranan penting terhadap saran kognisi seseorang (termasuk bahasa) biasanya berada di luar kontrol dan kesadaran orang tersebut.


3.Teori - teori Konvensional dan Interaksional

teori teori ini berpandangan bahwa kehidupan sosial merupakan suatu proses interaksi yang membangung, memelihara serta mengubah kebiasaan kebiasaan tertentu, termasuk dalam hal ini bahasa dan simbol simbol.
komunikasi menurut teori ini dianggap sebagai alat perekat masyarakat. kelopok teori ini berkembang dari aliran pendekatan " interaksionisme simbolis" sosiolgi dan filsafat bahasa ordiner. bagi kalangan pendukung teori - teori ini pengetahuan dapat ditemukan memalalui metode interpretasi.
menurut teori interaksional dan konvensiona, makna pada dasarnya merupkan kebiasaan kebiasaan yang diperoleh melalui interaksi. oleh karena itu, makna dapat berubah dari waktu ke waktu dari konteks ke konteks, serta dari sat kelompok sosial ke kelompok lainnya. dengan demikian sifat objektivitas dari makna adalah relatif dan temporer.

4. Teori - teori Kritis dan interpretif
gagasan - gagasan banyak berasal dari berbagai tradisi, seperti sosiologi intpretif, pemikiran Max Weber, phenomenology dan hermeneutics, Marxisme dan aliran "frankfurt school", serta berbagai pendekatan tekstual, seperti teori teori retirika, biblical dan kesusatraan. pendekatan kelompok teori teori ini terutama sekali populer di negara negara Eropa.

berdasarkan konteks atau tingkatan analisisnya. teori komunikasi secara umum dapat dibagi dalam 5 konteks atau tingkatan yaitu.

1 . Komunikasi intrapribadi, proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang. yang jadi pusat perhatian di sini adalah bagaimana jalannya proses pengolahan informasi yang dialami seseorang melalui syaraf dan indranya. teori ini membahas mengenai proses pemahaman, ingatan, dan interpretasi terhadap simbol simbol yang diangkap melalui panca indra.

2 komunikasi antarproibadi,
komunikasi anatarperorangan dan bersifat pribadi, baik yang terjadi secara langsung ataupun tidak langsung. teori antarpribadi umumnya memfokuskan pengamatanya pada bentu bentuk dan sifat hubungan , percakapan, interaksi dan karakteristik komunikator.

3. komunikasi kelompok,
memgokuskan pembahasannya pada interaksi dia natar oran orang ddalam kelompok kecil, komunikasi kelompok juga melibatkan komunikasi anatarpribadi, teori teori komunikasi kelompok anatara lain membahasa tentang dinamika kelopok, efisiensi dan efektivitas penyampaina informasi dalam kelompok, pola dan bentuk interaksi, serta pembuatan keputusan.

4. komunikasi organisasi,
menunjuk pada pola dan bentuk komunikasi yang terjadi dalam konteks dan jaringan organisasi. komunikasi oranisasi melibatkan bentuk bentuk komunikasi formal dan informal serta bentuk bentuk komuniaksi anatarpribadi dan komunikasi kelommpok. pembahsan teori komuniaksi organisasi anatara lain menyangkut striktur dan fungsi prganisasi, hubungan antarmanusia, komunikasi dan proses pengoranisasian serta kebudayaan organisasi.

5. komunikasi massa.
Pengertian proses komunikasi massa dikenal dengan media cetak (press), media auditif (radio), media visual (gambar,lukisan) atau media audio visual(televise dan film) yang dimaksud disini adalah alat yang dapat digunakan untuk mencapai massa (sejumlah orang yang tidak terbatas)

Sumber : buku " teori komunikasi " Sasa Djuarsa Sendjaja, dkk

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

B. Teori komunikasi

" ilmu adalah pengetahuan yang bersifat umum dab sistematik, pengetahuan dari mana disimpulkann dalil - dalil tertentu menurut kaidah - kaidah umum" (nazir, 1988).
berdasarkan definisi berger dan chaffe dikatakan bahwa ilmu komunikasi pada dasarnya adalah ilmu pengetahuan tenang bahwa ilmu komunikasi yang diperoleh melalui suatu penelitian tentag sistem, proses dan pengaruhnya yang dilakukan secara rasional dan sistematik, serta kebenarannya dapat di uji dan digeneralisasikan.
secara umum istilah teori dalam ilmu sosial mengandung beberapa pengertian sebagai berikut.
1. Teori adalah abstraksi dari realitas.
2. teori terdiri dari sekumpulan prinsip - prinsip dan definisi - definisi yang secara konseptual mengorganisasikan aspek - aspek dunia empiris secara sistematis.
3. Teori terdiri dari asumsi - asimsu, proposisi - proposisi dan aksioma - aksima dasar yang saling berkaitan.
4. Teori terdiri dari teorema - teorema, yakni generalisasi - generalisai yang diterima / terbukti secara empiris.

dari pengertian - pengertian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa teori pada dasarnya merupkan "Konseptualisasi atau penjelasan logis dan empiris tentang suatu fenomena " . teori memiliki dua ciri umum :
1 . semua teori adalah "abstraksi" mengenai suatu hal, dengan demikian teori sifatnya terbatas. teori tenttang radio kemungkinan besar tidak dapat dipergunakan untuk menjelaskan hal -hal yang menyangkut televisi.
2. semua teori adalah kontruksi ciptaan individual manusia. oleh sebab itu sifatnya relatif tergantung pada cara pandang si pencipta teori, sifat dan aspek hal yang diamati, serta kondisi kondisi lain yang mengikat sperti waktu, tempat dan lingkungan di sekitarnya.

berdasarkan uraian diatas, secara sederhaa dapat dikatakan bahwa teori komunikasi pada dasaranya merupakan " konseptual atau penjelasan logis tentang fenomena peristiwa komunikasi dalam kehidupan manusia" . peristiwa yang dimaksud, seperti dimaksud oleh Berger dan Chaffee, mencakup produksi, proses, dan pengaruh dari sistem -sistem tanda dan lambang yang terjadi dalam kehidupan manusia.


Penjelasan dalam Teori lebih lanjut dapat dibagi menjadi 2 :
1. penjelasan yang memfokuskan pada orang/pelaku (person centered)
2 penjelasan yang memfokuskan pada situasi (situation centered).
penjelasan yang ada dalam diri seseorang (si pelaku). sementara penjelasan yang memfokuskan pada situasi menunjuk pada faktor - faktor yang ada di luar diri orang tersebut (faktor - faktor eksternal).

Teori juga mempunyai fungsi . menurut Little john, fungsi teori ada 9 :
1. mengorganisasikan dan menyimpulkan, mengamati realitas kita tidak boleh melakukan secara sepotong - potong. kita perlu mengorganisasikan dan mensintesikan hal hal yang terjadi dalam kehidupan dunia.
2. memfokuskan, artinya hal - hal atau aspek- aspek dari suatu objek yang diamati harus jelas fokusnya. teori pada dasarnya hanya menjelaskan tentang suatu hal, bkan banyak hal.
3. menjelaskan, maksudnya adalah bahwa teori harus mampu membuat suatu penjelasan tentang hal yang diamatinya.
4. mengamati, menunjukkan bahwa teori tidak saja petunjuk bagaimana cara mengamatinya. oleh karena itulah teori yang baik adalah teori yang berisikan konsep - konsep operasional. konsep operasional ini penting karena bisa dijadikan sebagai patokan untuk mengati hal - hal rinci yang berkaitan dengan elaborasi teori.
5. membuat prediksi, meskipun kejadian yang diamati berlaku pada masa lalu, namun berdasarkan data dan hasil pengamatan ini harus dibuat suatu perkiraan tentang keadaan yang bakal terjadi apabila hal- hal digambarkan oleh teori.
6. heuristic, Aksioma umum menyebutkan bahwa teori yang baik dalah teori yang mampu merangsang penelitian.
7. komunikasi, menunjukkan bahwa teori seharusnya tidak menjadi monopoli si penciptanya. teori harus dipublikasikan, didiskusikan dan terbuka terhadap kritikan -kritikan. dengan cara ini maka modifikasi dan upaya penyempurnaan teori akan dapat dilakukan
8. kontrol/mengawasi bersifat normatif berfungsi sebagai sarana pengendalian atau pengontrol tingkah laku kehidupan manusia.
9. generatif, fungsi ini, terutama sekali menonjol di kalangan pendukung tradisi/ aliran pendekatan interpretatif dan teori kritis. menurut pandangan aliran ini, teori juga berfungsi sebagai sarana perubahan sosial dan kultural, serta sarana untuk menciptakan pola dan cara kehidupan yang baru

proses pengembangan atau pembentukan teori umumnya mengikuti model pendekatan eks[erimental yang lazim dipergunakan dalam ilmu pengetahuan alam. menurut pendekatan ini, biasa disebut hypotheticodeductive method (motode hipotesis - dedukatif) proses pengembangan teori melibatkan empat tahap sebagai berikut :
1. Developing questions (mengembangkan pertanyaan)
2. Forming hypotheses (menyusun hipotesis)
3. Testing the hypotheses ( menguji hipotesis)
4. Formulating theory (memformulasikan teori)

Sumber : Buku " teori komunikasi" Sasa Djuarsa Sendjaja, dkk

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Memahami Teori Komunikasi Pendekatan Pengertian, Kerangka Teori Analisis dan Perspektif

A. Pemahaman Konseptual pendekatan dan pengertian

ilmu komunikasi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial yang bersifat
multidsipliner
.
Pendekatan - pendekatan dalam keilmuan

menurut littlejohn, dalam bukunya Theories of Human Communication (diterbitkan dalam beberapa edisi : tahun 1989, 1995, 2002), secara umum dunia masyarakat ilmiah menurut cara pandang serta objek pokok pengamatannya dapat dibagi dalam 3(tiga) kelompok atau aliran pendekatan. ketiga kelompok tersebut adalah pendektan scienctific (ilmiah-empiris), pendekatan humanistic (humaniora interpretatif), serta pendekatan social sciences (ilmu - ilmu sosial).

aliran pendekatan scientific umumnya berlaku di kalangan para ahli ilmu - ilmu eksakta seperti fisika, biologi, kedokteran, matematika dll. menurut pandangan ini ilmu diasosiasikan dengan objektivitas. objektivitas yang dimaksudkan di sini adalah objektivitas yang menekankan prinsip standarisasi observasi dan konsistensi. landasan filosofisnya adalah bahwa dunia ini pada dasarnya mempunyai bentuk dan struktur. secara individual para peneliti boleh jadi berbeda pandangannya satu sama lain tentang bagaimana rupa atau macam dari bentuk dan struktur tersebut. namun, apabila peneliti terhadap suatu fenomena dengan menggunakan metode yang sama maka akan dihasilkan temuan yang sama. inilah hakikat dari objektivitas dalam konteks standarisasi observasi dan konsistensi.

ciri utama lainnya dari kelompok pendekatan ini adalah adanya pemisahan yang tegas anatar known (objek atau hal yang ingin diketahui dan diteliti) dan knower (subjek pelaku/pencari pengetahuan atau pengamat). salah satu bentuk metode penelitian lazim dilakukan adalah metode eksperimen. melalui metode ini, si peneliti secara sengaja melakukan suatu percobaan terhadap objek yang ditelitinya. tujuan diarahkan pada upaya mengukur ada tidaknya pengaruh atau hubungan sebab akibat diantara dua variabel atau lebih, dengan mengontrol pengaruh dari variabel lain.

apabila aliran pendekatan scientific mengutamakan prinsip objektivitas maka kelompok pendekatan humanistic mengasosiasikan ilmu dengan prinsip subjektivitas. perbedan - perbedaan pokok natar kedua aliran pendekatan ini anatara lain sebagai berikut.

1. Bagi aliran pendekatan scientific, ilmu bertujua untuk menstandarisasikan observasi, sementara aliran humanistic mengutamakn kreativitas indvidual.
2. Aliran scientific berpandangan bahwa tujuan ilmu adalah mengurangi perbedab -perbedaan pandangan tentang hasil pemngamatan , sementara aliran humanistic bertujuan untuk memahami tanggapan dan hasil temuan subjektif individual.
3. Aliran scientific memandang ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang berada di sana (out there) di luar diri pengamat/peneliti. dilain pihak , aliran humanistic melihat ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang berada disini (in here), dalam arti berda dala diri (pemikri, interpretasi) pengamat/peneliti.
4. Aliran scientific memfokuskan perhatian pada dunia hasil penemuan (discovered world) sedangkan aliran humasitic menitikberatkan perhatiannya pada dunia para penemunya (discovering person)
5. Aliran sciebtific berupaya memperoleh konsesus , sementara aliran humanistic mengutamakn interpretasi - interpretasi alternatif
6. Aliran scientific membuat pemisahan yang tegas anatar known dan knower, sedangkan aliran humanistic cenderung tidak memisahkan kedua hal tersebut.

Pandangan klasik dari aliran humanistic adalah bahwa cara pandang seseorang tentang sesuatu hal akan menetukan penggambaran dan urainnya tersebut. karena sifatnya yang subjektif dan interpretatif, maka pendekatan aliran humanistic ini lazimnya cocok diterapkan untuk mengkaji persoalan persoalan yang menyangkut sistem nilai, kesenian, kebudayaan, sejarah dan pengalaman pribadi.

Dipergunakan dua pendekatan "scientific dan "humanistic" yang masing 0masing berbeda prinsip dalah karena yang menjadi objek studi dalam ilmu pengetahuan sosial adalah kehidupan manusia. untuk memahami tingkah laku manusia . untuk memahami tingkah laku manusia diperukan pengamatan yang cermat dan akurat. untuk jeals bahwa pengamatan harus dilakukan seobjektif mungkin agar hasilnya dapat berlaku umum tidak bersifat kasus. dengan kata lain para ahli ilmu sosial, seperti halnya para ilmu alam, harus mampu mencapai kesepakatan atai konsesus mengenai hasil temuan pengamatannya. meskipun kesepakatan/ konesus yang dicapai tersebut sifatnya "relatif" dalam arti dibatasi oleh faktor- faktor waktu, situasi dan kondisi tertentu.

sumber : buku teori komunikasi Sasa Djuarsa Sendjaja, dkk

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

8. KOMUNIKASI DAN BUDAYA


peranan dalam kehidupan manusia

perkembangan kebudayaan serta peranan komunikasi dalam proses perkembangan
Perlu dipahami sebelumnya, bahwa dalam corak hubungan apa pun yang terus berlangsung, beberapa symbol, pengertian, aturan serta pola verbal dan nonverbal khusus tertentu berkembang sebagai akibat dari pemprosesan data resiprokal (timbal-balik) antara orang-orang yang terlibat di dalamnya.
karena kemampuan manusia untuk menciptakan bahasa simbolik, tidak dapat dikembangkan pengetahuan, makna, simbol-simbol, nilai-nilai, aturan-aturan, dan tata upacara, yang memberikan batasan dan bentuk pada hubungan-hubungan, organisasi-organisasi dan masyarakat yang terus berlangsung. Demikian pula, tanpa komunikasi tidak mungkin untuk mewariskan unsure-unsur kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya, serta dari satu tempat ke tempat yang lain. Komunikasi juga merupakan sarana yang dapat menjadikan individu sadar akan dan menyesuaikan diri dengan subbudaya-subbudaya dan

kebudayaan-kebudayaan asing yang dihadapinya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kebudayaan dirumuskan, dibentuk, ditransmisikan, dan dipelajari melalui komunikasi.

Pengaruh kebudayaan terhadap komunikasi
Samovar (1981: 38-46) membagi berbagai aspek kebudayaan ke dalam tiga pembagian besar unsure-unsur social budaya yang secara langsung sangat mempengaruhi penciptaan makna untuk persepsi, yang selanjutnya menentukan tingkah laku komunikasi. Pengaruh-pengaruh terhadap komunikasi ini sangat beragam dan mencakup semua segi kegiatan sosial manusia.

1.Sistem Keyakinan, Nilai dan Sikap Keyakinan
Keyakinan secara umum diartikan sebagai perkiraan secara subjektif bahwa sesuatu objek atau peristiwa ada hubungannya dengan objek atau peristiwa lain, atau dengan nilai, konsep, atribut tertentu. Singkatnya, suatu objek atau peristiwa diyakini memiliki karakteristik-karakteristik tertentu. Keyakinan ini mempunyai derajat kedalaman atau intensitas tertentu.
2. Nilai
Nilai atau nilai-nilai merupakan aspek evaluatif dari system keyakinan, nilai, dan sikap. Dimensi-dimensi evaluatif mencakup kualitas-kualitas seperti kegunaan, kebaikan, estetika, kemampuan memuaskan kebutuhan dan pemberian kepuasan. Walaupun nilai-nilai bisa bersifat unik dan individual, tetapi ada pula yang sudah cenderung merasuk dalam suatu kebudayaan, yakni yang disebut nilai-nilai kebudayaan.
3. Sistem Sikap

Kepercayaan atau keyakinan serta nilai-nilai melandasi perkembangan dan isi dari system sikap. Secara formal, sikap dirumuskan sebagai kecenderungan yang dipelajari untuk memberikan respons (tanggapan) secara konsisten terhadap objek orientasi tertentu. Sikap terdiri dari tiga komponen, yaitu: (1) Komponen kognisi atau keyakinan, (2) Komponen evaluasi, dan (3) Komponen intensitas atau harapan. Intensitas dari sikap berlandaskan pada derajat penyaluran akan kebenaran dari sikap keyakinan dan evaluasi.

4. pandangan hidup tentang dunia

andangan hidup merupakan orientasi suatu kebudayaan terhadap hal-hal seperti manusia, alam semesta dan masalah-masalah filsafat lainnya yang berkaitan dengan konsep keberadaan (being). Singkatnya, pandangan hidup membantu kita untuk menentukan tempat dan tingkat kita sendiri dalam alam semesta ini.

komunikasi antar budaya dan pemakainya

Dalam tingkat komunikasi Masyarakat yang lebih besar lagi atau system social yang lebih kompleks, terjadi dinamika komunikasi yang tidak berbeda pula. Bukti yang paling nyata dapat dilihat dari proses itu ialah simbol-simbol yang digunakan dalam masyarakat tersebut dan mengikat anggota-anggotanya secara keseluruhan.. Contohnya adalah bahsa, baik yang tertulis maupun terucapkan, mata uang, system moneter, bendera, lagu, tempat-tempat yang mempunyai nilai sejarah, orang-orang yang dianggap sebagai pemimpin dan pahlawan. Demikian pula pola-pola komunikasi, orientasi keagamaan, orientasi politik, peranan social, pola asuh anak dan lain-lain, menjadi bagian dari apa yang disebut “kebudayaan” dari masyarakat yang bersangkutan.

sumber : pengantar ilmu komunikasi, wiryanto



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

9. PRINSIP DASAR KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

karakteristik sumber

kredibilitas sumber. Menunjuk pada suatu kondisi di mana si sumber dinilai mempunyai pengetahuan, keahlian, atau pengalaman yang relevan dengan topik pesan yang disampaikannya, sehingga pihak penerima menjadi percaya bahwa pesan yang disampaikannya itu bersifat objektif.

daya tarik sumber. Apabila sumber dinilai “menarik” oleh penerima, maka upaya meyakinkan dan persuasi akan lebih cepat berhasil karena adanya proses identifikasi dalam diri pihak penerima.

kekuatan/kekuasaan sumber. Secara umum dapat terjadi dalam empat cara, diantaranya kharisma, wibawa otoritas, kompetensi atau keahlian, compliance atau pemenuhan.


bentuk dan teknik penyajian pesan
1. Sisi pesan (Message sidedness)
Pesan dapat di susun secara satu sisi (one sided) atau dua sisi (two sided). Penyusunan yang satu sisi memberikan penekanan hanya pada posisi kepentingan pihak pengirim pesan. Biasanya yang ditonjolkan hanya hal-hal yang menyangkut kekuatan/kelebihan atau aspek positif dari suatu ide atau produk yang akan dikomunikasikan. Sementara pada penyusunan pesan yang bersifat dua sisi (two sided), disamping segi kekuatan dan aspek positif hal-hal yang merupakan kekurangan/kelemahan atau aspek-aspek negative dari suatu ide atau produk yang akan dikomunikasikan juga ditampilkan.
2. Urutan Penyajian (Order of presentation)
Climax versus anti climax order berkaitan dengan teknik penyajian pesan yang bersifat satu sisi (one sided). Model climax order menunjuk pada cara penyusunan pesan, dimana argument terpenting/terkuat dari isi pesan ditempatkan pada bagian akhir. Jika argument tersebut ditempatkan pada bagian awal, disebut sebagai anti climax order, semenjtara jika ditempatkan di tengah-tengah disebut sebagai pyramidal order. Recency and primacy model berkaitan dengan penyajian pesan yang bersifat dua sisi (two sided). Primacy model menunjuk pada teknik penyajian atau penyusunan pesan di mana spek-aspek positif kekuatan dari ide satu produk ditempatkan pada bagian awal, jika aspek-aspek positif/kekuatan dari ide atau produk tersebut ditempatkan di bagian akhir disebut recency model.
3. Penarikan kesimpulan (Drawing a conclusion)
Penarikan kesimpulan atas isi penjelasan tentang suatu ide atau produk yang dikomunikasikan dapat dilakukan secara langsung dan jelas (eksplisit) dalam arti bahwa dapat juga dilakukan secara tidak langsung (implisit) dalam arti bahwa penarikan kesimpulan diserahkan kepada pihak khalayak sendiri.



karakteristik saluran komunikasi

Saluran Komunikasi dan Media Komunikasi
Saluran komunikasi adalah jalan yang dilalui pesan komunikator untuk sampai ke komunikannya. Terdapat dua jalan agar pesan komunikator sampai ke komunikannya, yaitu tanpa media (tatap muka), atau dengan media. Media yang dimaksud di sini adalah media komunikasi. Media merupakan bentuk jamak dari medium. Medium kominikasi kita artikan sebagai alat perantara yang sengaja dipilih komunikator untuk mengahantarkan pesannya agar sampai ke komunikan.
Media komunikasi dilihat dari jumlah target komunikasi dapat dibagi menjadi media massa dan nonmedia massa. Media massa dilihat dari waktu terbitnya dapat dibagi menjadi periodik dan nonperiodik. Periodik berarti terbit teratur pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Media massa periodik dapat dibedakan menjadi elektronik (radio, TV) dan nonelektronik atau cetak (surat kabar, majalah). Media massa nonperiodik dimaksudkan pada media massa yang bersifat eventual, tergantung pada event tertentu. Setelah event usai, selesai pulalah penggunaannya. Untuk itu media massa nonperiodik dapat dibedakan menjadi manusia (SPG, juru kampanye) dan benda (poster, spanduk, leaflet).
Sedangkan nonmedia massadilihat dari sifatnya, dapat dibedakan menjadi nonmedia massa manusia (kurir atau pembawa pesan) dan nonmedia massa benda. Nonmedia massa benda dapat dibedakan atas elektronik (telepon, fax) dan nonelektronik (surat). Perkembangan teknologi komunikasi terkini, yakni komputer dengan internetnya, melahirkan media yang bersifat multimedia. Dikatakan multimedia karena hampir seluruh bentuk media komunikasi yang telah dikenal umat manusia menyatu dalam elektronik digitalnya.
Pada komunikasi langsung tatp muka, pada dasarnya yang dilakukan adalah aktivitas komunikasi. Aktivitas ini misalnya, dengan perbincangan, wawancara, konseling, rapat, seminar, lokakarya, hingga pameran.

Karakteristik khalayak
Khalayak (audience), juga merupakan faktor penentu keberhasilan komunikasi. Karena, bagi komunikasi tentunya patokan keberhasilan upaya komunikasi yang di lakukan itu merupakan pesan-pesan yang disampaikan melalui suatu saluran medium dapat diterima/sampai ke khalayak sasaran, dipahami dan mendapatkan tanggapan positif, dalam arti sesuai dengan harapan"si komunikator. Khalayak bukanlah merupakan sekumpulan dari individu-individu yang bersikap dan bertindak “pasif”. Mereka aktif dan juga selektif. Terhadap isi pesan yang sama, boleh jadi akan terdapat perbedaan-perbedaan di kalangan khalayak mengenai perhatian, pemahaman, tanggapan serta tindakan yang timbul. Dalam hal ini Schramm (1974) menyatakan dengan tegas bahwa seorang perancang komunikasi yang baik tidak akan memulai upayanya dari "apa yang harus dikatakan", “saluran apa yang akan dipergunakan”, atau "bagaimana cara mengatakannya", melainkan terlebih dahulu mempertanyakan "Siapa yang akan menjadi saluran penyampaian pesan". Dalam proses komunikasi massa (komunikasi melalui media massa) irmplikasi dari pernyataan Schramm tersebut bahwa sebelum komunikasi mempengaruhi khalayak melalui pesan-pesan yang disebarluaskannya, khalayak telah terlebih dahulu mempengaruhi komunikator. Komunikator akan berubah mengumpulkan data dan informasi mengenai karakteristik dari para warga khalayak yang akan dijadikan sasarannya. Atas dasar hal-hal inilah baru komunikator. Komunikator akan berusaha menyimpulkan data dan informasi mengenai karakteristik dari para warga khalayak yang akan dijadikan sasarannya. Atas dasar hal-hal inilah baru komunikator akan dapat menentukan "apa" yang akan disampaikan dan "bagaimana" cara menyampaikannya.

khalayak adalah penggarap informasi
khalayak adalah problem solver
khalayak adalah mediator
khalayak selalu mencari pembela
khalayak adalah anggota kelompok
khalayak adalah kelompok
khalayak mempunyai selera, dan
khalayak adalah, khalayaknya suatu medium.

sumber : sasa sendjaja djuarsa, pengantar ilmu komuikasi



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS